Opens in a new tab

Inovasi Pembelajaran Diluar Kelas Mahasiswa STIBADA MASA Dengan Berkunjung ke Museum Tugu Pahlawan

Senin, 11/11/2019, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang didampingi Ibu Zuhrotul Mufidah, M.Pd.I, pergi mengunjungi Museum Tugu Pahlawan dalam rangka melakukan inovasi kegiatan pembelajaran diluar kelas.

Di Museum Tugu Pahlawan, Mahasiswa diajak untuk mengenal perjuangan para pahlawan melalui dinding info, patung momen bersejarah, rekaman suara pidato Bung Tomo, film pendek statis, dan elektronik perjuangan arek-arek suroboyo serta perlengkapan perjuangan seperti seragam tentara, replika senjata rampasan serta senjata khas perjuangan Indonesia yakni bambu runcing.

Senjata yang telah sering diasosiasikan dengan perjuangan bangsa Indonesia ini ternyata tidak semata-mata bambu yang ujungnya ditajamkan. “Bambu runcing ini diolesi racun yang bisa didapatkan baik dari tanaman maupun hewan,” jelas Ibu Diah selaku pemandu tur dari Museum Tugu Pahlawan.

Selain diajak berkeliling museum, peserta juga diajak untuk menonton film pendek/ elektronik mengenai peristiwa 10 November 1945. Peristiwa berdarah di kota Surabaya ini merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Semangat dan perjuangan arek-arek Suroboyo yang berhasil mendapatkan perhatian dari dunia Internasional sehingga akhirnya membantu mendorong tentara sekutu untuk mengakui kedaulatan negara Republik Indonesia. Film diakhiri dengan quotes yang cukup terkenal dan dapat menggambarkan hasil perjuangan arek-arek suroboyo, “we lost the battle, but we won the war.”

Diakhir kegiatan kunjungan tersebut, mahasiswa diberi pertanyaan terkait dengan sejarah di monumen Tugu Pahlawan menggunakan bahasa Arab, setelah itu mereka diberikan tugas oleh dosen membuat cerita singkat terkait dengan perjuangan arek-arek Suroboyo